Minggu, 08 Juli 2012

Cerita Kecil Tentang Sedekah


ilustrasi (karikatur:PADUSI)

Oleh: M. Jamil.
“Pancinglah Rizki itu dengan Sedekah (Ali bin Abi thalib)”
Suatu ketika seorang sahabat bercerita secara detil kepada saya perihal suatu hari ia bersama istrinya berpergian ke salah satu pusat perbelanjaan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat untuk membeli berbagai macam kebutuhan sehari-hari. Setelah sampai di pusat perbelanjaan mereka tergiur untuk singgah di sebuah warung simpang tiga untuk menikmati lezatnya hidangan roti cane sebuah masakan unik ala India. Ketika mereka  sedang asyik menyantap hidangan tersebut  tiba-tiba mereka di suguhi sebuah nyanyian merdu seorang pengamen dengan gitar bolong berwarna biru. Seorang pengamen tersebut tampak berbeda dari biasanya, berumur kira-kira  38 tahunan dengan rambut mulai tampak sedikit beruban, menggunakan baju kemeja dan celana kain hitam dengan ikat pinggang ala tahun 90-an.
Setelah selesai menyanyi, pengamen tersebut mulai memanen hasil suara merdunya dengan menyodorkan kantong kresek warna hitam kepada para pendengar di warung itu, serta merta teman saya memberikan uang lima ribuan kedalam kantong kresek tersebut. Berselang sepuluh menit kemudian seorang anak kecil berusia sekitar tujuh tahunan menghampiri mereka,  ternyata sang bocah hendak menawarkan jasa membersihkan sandal mereka. Merasa kedua sandal mereka cukup bersih pasangan suami istri ini menolak jasa sang bocah tersebut dengan lemah lembut. Namun sang bocah sedikit merengek-rengek untuk membersihkan dengan dalih untuk sesuap nasi.
Sang istri merasa iba dan meminta sang suami untuk menawarkan membelikan makanan persis yang mereka berdua sedang nikmati. Tawaran tersebut serta merta di terima oleh sang bocah, setelah hidangan tersebut tiba di hadapannya ia cukup tidak sabar melahap hidangan tersebut mungkin sebuah indicator memang sejak pagi perut nya belum terisi apapun.
Setelah ia dan istrinya keluar dari warung sang bocah dan pengamen menyapa dan melemparkan senyuman serta berkali-kali mengucapkan ungkapan terimakasih kepada mereka. setelah menikmati makanan barulah mereka memulai aktivitas berlanja dengan singgah ke sebuah toko pakaian, setelah menemukan pakaian yang cocok, istri teman saya menanyakan harga dari pakaian tersebut tanpa basa-basi pria keturunan arab sang pemilik toko tersebut memberikan harga yang cukup murah dari biasanya tanpa tawar menawar. Transaksi pun berakhir ketika teman saya selesai membayar pakaian tersebut.
Kemudian mereka kembali singgah di sebuah toko elektronik untuk membeli peralatan elektronik kejadian serupa menimpa mereka. Mereka di beri potongan harga oleh sang pemilik toko tanpa proses tawar menawar yang panjang. Jika di hitung-hitung jumlah yang mereka keluarkan untuk sang bocah dan pengamen lebih dari jumlah potongan harga yang telah mereka dapat saat berbelanja. Menanggapi kejadian tersebut sang suami berkata kepada Istrinya ‘’Apakah kejadian yang mereka alami mempunyai korelasi dengan apa yang telah ia berikan kepada pengamen dan sang bocah?”.
Subhanalah Tentu saja hal tersebut memiliki korelasi.  Sedekah merupakan sebuah kekuatan yang memiliki peran multi dimensi. Dari cerita di atas setidaknya terdapat tiga dimensi yang telah di capai dari pasangan suami istri tersebut yaitu Dimensi teologis, dimensi sosial dan dimensi ekonomi.
Berkenaan dengan dimensi Teologis Allah SWT berfirman;
“Sesungguhnya orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (ganjarannya) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak (al Hadid;18)”
terdapat beberapa hadist yang menyebutkan keutamaan sedekah dalam dimensi Teologis salah satunya yaitu jaminan salah satu pintu surga hanya bagi mereka yang bersedekah;
Rasulullah SAW bersabda;
‘’Barang siapa bersedekah sepasang harta di jalan Allah, maka ia akan di panggil oleh salah satu pintu surga, ‘wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan’. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil melalui pintu shalat; yang berasal dari kalangan mujahid, maka ia akan di panggil dari pintu jihad; dan jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah’’
Berkenaan dengan dimensi Sosial, Abdullah  bin Ahmad Al-ghamidi dalam kitab Fadhlush Shadaqah wal infaq menulis salah satu manfaat dari sedekah yaitu sebab mendatangkan kecintaan Allah dan kecintaan sesama manusia. Dari cerita di atas tentunya perasaan cinta dari sang bocah dan pengamen tersebut mulai muncul kepada pasangan suami istri tersebut. perasaan cinta ini kemudian memupuk rasa persaudaran sekaligus berfungsi sebagai perekat dalam kehidupan sosial.  Dengan demikian cita-cita dalam kehidupan sosial yang harmonis, mengurangi kesenjangan dan menimalisir konflik dapat terwujud.
Terakhir Berkenaan dengan dimensi ekonomi, terdapat sebuah hadist yang menyatakan bahwa seorang yang bersedekah di doakan oleh para malaikat.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda;
‘’tidaklah seorang hamba berada pada waktu pagi, melainkan akan turun dua rombongan  malaikat, rombongan pertama berkata, ‘ya Allah, berilah ganti orang yang bersedekah. Sedangkan rombongan kedua mengatakan ‘ ya Allah, timpakanlah keludesan orang yang menahan sedekah” (Muttafaqun ‘Alaih)
jika demikian adalah wajarlah kedua pasangan tersebut mendapatkann balasan dari Allah, bayangkan saja malaikat pun ikut mendoakan keberuntungan kepada Allah bagi sang pesedekah. Ali bin Abi Talib memberikan strategi bagi kita untuk mendapatkan rizki yang halal dari Allah SWT yaitu dengan bersedekah, dengan lugas Ali bin Abi Thalib berkata “pancinglah rizki itu dengan sedekah”.
Ipo Alam seorang ahli perencanaan keuangan menyatakan ada lima cara untuk menambah keuangan anda yang pertama melalui jalur perdagangan;  kedua investasi modal  usaha; ketiga investasi dengan membeli Emas; keempat Sedekah; kelima berhemat. Setidaknya jika kita saat ini belum memiliki usaha perdagangan, investasi modal usaha atau investasi dengan membeli Emas, sedekah dan berhemat  solusi cerdas untuk menambah keuangan dan keberkahan. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat dan memotivasi kita bersama-khususnya penulis- untuk meningkatkan amalan sedekah kita terhadap saudara kita yang kurang mampu. Allahu a’lam

0 komentar:

Posting Komentar