MELEPAS BELENGGU DENGAN TAQWA (IDUL FITRI 1434 H)

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1434 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

Belajar dari Kisah Nasruddin Hoja dan Keledai Pemberian Timur Lenk

“Pendekatan ala Nasruddin Hoja kali ini memang benar-benar menjadi inspirasi bagi kita semua"

THE POWER OF HIJRAH

Dengan semangat, dan nilai-nilai serta hikmah hijrah kita harus berpindah dari seperti bui menjadi gelombang dan cinta dunia menjadi Cinta Akherat, takut mati menjadi rindu kematian akan Jihad. Sehingga Persatuan Muslim dan kemardekaan Palestina dapat terwujud (jml)

SEANDAINYA IRAN DI GEMPUR

"Semoga saja perang tidak terjadi sebuah harga yang sangat mahal hanya untuk menjawab posisi dan konspirasi"

ISRAEL : PERGULATAN ANTARA ASIMILASI DAN MEMBANGUN SEBUAH NEGARA

"Hingga sekarang memasuki tanggal 14 Mei 2012, 64 tahun kemardekaan Israel dan 64 tahun pula bangsa Palestina terombang ambing dalam pusaaran kebiadaban dan ketidak pastian"

Minggu, 03 Februari 2013

PKS (JANGAN) MENGGUNAKAN PENDEKATAN KEDUA!


          


                                                      
                                                                            Oleh : M. Jamil
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthi Hasan Ishaq di tangkap dan di tetapkan sebagai tersangka  oleh Komisi pemberantasan korupsi (KPK) atas tuduhan suap kasus import daging sapi oleh PT. Indo Guna utama. Isu tak sedap berupa adanya gratifikasi sexual menambah kekuatan gelombang tsunami  menghempas sebuah Partai politik berbasis Islam yang konon mempunyai hubungan dengan gerakan Ikhwanul Muslimin.  Luthfi Hasan Ishaq dengan cepat segera mengundurkan diri dari Presiden PKS dan Otoritas  dewan pimpinan syuro  PKS segera memilih pengganti Luthfi Hasan Ishaq dengan Anis matta yang tak lain Sekjen PKS menjadi Presiden PKS yang baru.
Bagaimana pendekatan yang di ambil oleh  Anis mata terhadap permasalahan yang menimpa PKS? Sebelum kita menelisik lebih jauh  ada baiknya saya mengutip pendapat Bernard Lewis yang menyatakan
“setiap orang  jika melakukan kesalahan maka ia akan merespon dengan melakukan dua tindakan yaitu,  pertama adalah bagaimana seharusnya kita bertindak atau bagaimana yang benar sedangkan yang kedua adalah siapa yang melakukan hal tersebut kepada kita”
Sayang  Anis Matta penulis buku “Biar Kuncupnya Mekar Menjadi Bunga mengendalikan gelombang tsunami yang menerpa PKS dengan pendekatan kedua,  Anis Matta justru menggunakan pendekatan-pendekatan yang kurang tepat Untuk tahapan menahan hempasan gelombang tsunami yang sedang menerpa PKS dengan menyebut adanya sebuah konspirasi dan bahkan menuduh adanya peran zionis dalam kasus suap tersebut. Jangankan memberi bukti maupun data, mengomentari lebih lanjut saja tentang penggunaan kata konspirasi (seperti yang di beritakan oleh harian Suara Mardeka) (3/2) Anis mata tidak bersedia menjelaskan, hanya mengungkapkan “Saya tidak memikirkan itu lagi sekarang, saya mengurus diri saya dulu dan partai untuk berbenah dulu. Fokus saya menjaga moral kader PKS dan kepercayaan umat yang sudah diberikan”. Hidayat Nur Wahid mau tak mau membela Anis Matta dengan istilah konspirasinya dengan menyatakan penyebutan konspirasi didasari perbedaan perlakuan hukum yang dirasakan pengurus dan kader PKS, dengan demikian apakah  perbedaan perlakuan hukum ini dapat di kategorikan konspirasi?(anda lah yang menjawabnya).
Penggunaan kata konspirasi oleh Anis matta bahkan menjadi bahan tertawaan dan cemohan sebagian orang, termasuk dari salah satu pendiri PKS, Yusuf Supendi seperti yang di muat dalam harian Republika (3/2) mengatakan tudingan PKS yang menyebutkan adanya konspirasi dalam penanganan kasus ini menandakan PKS berpikiran dangkal. Yusuf Supendi menuding penggunaan konspirasi sekadar ocehan politik atau hanya untuk meminta simpati dari masyarakat. Penggunaan kata konspirasi dapat pula menimbulkan antipati masyarakat terhadap PKS terlebih jika kelak Luthfi Hasan Ishaq dinyatakan bersalah. Salah satu Jargon PKS sebagai partai bersih sebagai daya tarik pemilih akan kehilangan makna. Begitu juga dukungan Kader PKS yang selama ini dengan ikhlas dan rela dengan biaya sendiri berjuang membesarkan partai akan buyar jika demikian PKS terancam tereleminasi, tinggal cerita karena tidak memenuhi ambang batas 3,5 persen di Pemilu 2014. Sekedar catatan sejauh ini tersangka korupsi yang di tangkap oleh KPK kebanyakan dinyatakan bersalah dan sajauh ini belum ada yang dinyatakan di bebaskan tidak bersalah oleh Pengadilan Tipikor. Pengalaman ini yang sebenarnya harus di lihat oleh Anis Matta dan elit PKS lainnya sehingga berhati-hati dalam menyikapi permasalah ini.
Alangkah indah elit PKS menggunakan pendekatan  yang pertama ala Bernard Lewis dalam menyikapi permasalahan ini dengan sikap “bagaimana seharusnya bertindak atau bagaimana yang benar”. Sehingga PKS baik elit maupun simpatisannya melakukan pembenahan dari dalam terlebih dahulu terhadap kader-kader yang bermasalah, melakukan transparansi keuangan partai dan mendukung sepenuhnya proses penegakan hukum oleh KPK that is elegant. Dengan demikian PKS mampu menjadikan Musibah menjadi Muhibah dan menjadikan kehancuran menjadi persatuan dan kemenangan.

Jumat, 01 Februari 2013

ANALISIS SERANGAN ISRAEL TERHADAP SURIAH







OLEH M. Jamil
Israel menyerang sebuah penelitian fasilitas penelitian militer (30/01) Suriah dan konvoi yang di curigai memiliki keterkaitan dengan transfer senjata suriah ke Hizbullah. Sebelumnya Israel berkali-kali mengancam akan menyerang Suriah di karenakan ketakutan akan persenjataan kimia Suriah jatuh ketangan kelompok perlawan Hizbullah. Suriah mengalami perang sipil karena terjadi berbagai kepentingan  barat (amerika, dan sekutu) dan Israel serta bebarapa negara arab seperti Arab Saudi, Qatar dan Turki (baca: http://bekerjapadaproseskeabadian.blogspot.com/2012/01/campur-tangan-asing-di-suriah.html )  atas nama Arab Spring berusaha menggulingkan Bashar Al Assad. Walaupun sejauh ini Bashar Al Assad masih bertengger sebagai presiden, barat dan Israel sangat mencemaskan dan memantau secara hati—hati agar persedian senjata pemusnah massal Suriah dalam bentuk sarin dan gas mustard tidak akan berada di tangan Hizbullah.
Barat, Israel, Arab Saudi, Qatar dan Turki menggunakan berbagai cara untuk mengganti rezim Bashar al Assad dengan dalih demokrasi  justru tidak menggunakan cara yang demokratis. Berbagai carapun ditempuh baik secara diplomatis maupun senjata, mengakui kelompok oposisi Suriah (SNC) sebagai wakil yang sah dari Suriah hingga mempersenjatai pemberontak seperti Tentara Pembebasan Suriah bahkan dengan ironisnya mendukung anasir  Al Qaeda seperti front Nusra. Pierre Khalaf seorang jurnalis libanon menyangsikan keberadaan FSA yang tak lain menurutnya gabungan antara Front Nusra dan beberapa sayap militer dari Ikhwanul Muslimin.
Sejauh ini kelompok oposisi suriah yang di gawangi Moaz khatib masih terjadi berbagai perpecahan, pertemuan terakhir di paris gagal membuah sebuah kesimpulan diantara para oposisi. Begitu pula dengan  pemberontak bersenjata, beberapa daerah yang di kuasai oleh pemberontak perlahan-lahan dapat di ambil alih oleh militer Suriah, tewasnya beberapa pemimpin kelompok bersenjata mempunyai nilai tersendiri bagi pelemahan perjuangan pemberontak. Penggunaan terror  di daerah Aleppo dengan bom mobil oleh pemberontak menunjukan  adanya pergesaran  kekuatan pemberontak. Impian menumbangkan Bashar Al Assad ala muamar khadafi tak semudah yang di bayangkan, militer Suriah tampak solid memberangus pemberontak dan menyita berbagai persenjataan yang di suplai oleh asing. Bashar Al Assad dengan percaya diri dan yakin jika negara asing berhenti mempersenjatai pemberontak hanya di perlukan waktu beberapa minggu untuk mengalahkannya. Jacques Neriah, seorang analis khusus untuk Timur Tengah di Pusat Yerusalem menyatakan Tentara Suriah masih berjuang dengan kekuatan bersatu dan lembaga-lembaga utama rezim masih berfungsi obyektif.
Apa lacur, apa yang di lakukan Barat dan Arab Saudi, Qatar dan Turki dengan SNC dan anasirnya terancam gagal,  Moaz khatib memberikan lampu hijau untuk berunding dengan pemerintah sebuah tindakan yang tidak mungkin di ambil ketika oposisi berada dalam posisi yang menguntungkan. mau tak mau Israel tentunya dengan kordinasi dengan Barat dan Arab Saudi, Qatar dan Turki turun tangan menghadapi Suriah dengan dalih senjata kimia dengan serangan pembuka menyerang fasilitas peneltian militer Suriah. Pasca kejadian pengeboman harian Al Manar mengungkapkan konspirasi  yang digelar di kota Tel Aviv serta dihadiri oleh Qatar dan Turki, dalam pertemuan itu kedua negara mendesak rezim Zionis Israel untuk melakukan intervensi langsung dan terbuka di Suriah.
Dapat dipastikan tindakan  Israel merupakan bentuk  provokasi,  agar Suriah terpancing melakukan serangan balasan sehingga terjadinya perang terbuka antara Suriah dan Israel serta peta menuju intervensi militer barat dan sekutunya. Global Research dalam sebuah artikelnya menyatakan  serangan Israel ke fasilitas penelitian  militer Suriah  merupakan sinyal dari fase baru dimana Barat sekutu NATO dan Israel akan mengabaikan hukum internasional dan kesopanan untuk memajukan agenda mereka sendiri neo-kolonial dan imperial. Di satu sisi pengamat menilai serangan Israel tersebut untuk memperlemah militer Suriah.
Walaupun Duta Besar Suriah untuk Lebanon Ini, Ali Abdel Karim menyatakan Suriah memiliki kemampuan untuk membalas serangan Israel dengan tiba-tiba, kecil kemungkinan Suriah akan membalas serangan Israel. Militer Suriah memiliki kekuatan yang mumpuni, salah satunya faktor konfrontasi dengan Israel sehingga mengharuskan Suriah membangun sebuah kekuatan militer yang kuat baik dari segi persenjataan maupun personel untuk mengimbangi Israel.  Sebagai contoh Pemilihan senjata kimia dan biologi untuk memperkuat militer Suriah sebuah keputusan yang di ambil untuk mengimbangi kemampuan senjata nuklir Israel. Pengalaman pahit Hitler membuka front baru dalam peperangan menghadapi Uni Sovyet pelajaran beharga dalam dunia militer. Suriah sedang berperang melawan pemberontak yang di dukung asing, menahan diri strategi jitu agar tidak terjebak dalam permainan licik musuh.