Kamis, 23 Agustus 2012

Seandainya Iran di Gempur




Oleh M. Jamil
Dari Wacana Ke Wacana
Media-media Israel beberapa hari terakhir kembali mengangkat topik  yang merupakan ambisi besar dari perdana menteri Israel, Benyamin Netayahu dan menteri pertahanan, Ehud Barak untuk menyerang Iran.  Benyamin Netanyahu dan Ehud Barak sepakat tidak ada jalan untuk menggunakan jalur diplomatis terhadap Iran yang di duga sedang  merakit hulu ledak nuklir dan akan di gunakan untuk menghancurkan Israel.  Wacana serangan militer oleh Israel bukanlah hal yang baru wacana ini muncul sejak  era Perdana Menteri Ariel Sharon pada tahun 2001-2006. Harian Scotlandia, The Scotsman pada tanggal 23 November 2003, melansir pernyataan Israel yang mengancam akan  mengambil tindakan militer sepihak terhadap Iran jika masyarakat internasional gagal untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir di fasilitas energi atom. Selain itu Times London (11/12/2005) melansir, sumber militer Israel yang mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Israel Ariel Sharon memiliki wacana dan mungkin akan  memerintahkan angkatan bersenjata Israel untuk mempersiapkan serangan udara di situs pengayaan uranium di Iran.
Leon Panetta dan Jenderal Martin Depsey konfrensi pers di Pentagon (foto:AP)
Wacana untuk meyerang Iran di penghujung tahun 2011 juga kembali mencuat para pejabat tinggi Israel pada waktu itu cukup solid menyatakan kebulatan tekad mereka. Tak mau dianggap menggertak atau sekedar mengancam, Israel melakukan uji coba peluncuran rudal balistik Jericho 1 yang dapat menghantam Taheran. Namun dengan berbagai alasan dan desakan dunia internasional wacana tersebut tinggal wacana. Kali ini wacana ini mencuat kembali, Benyamin Netanyahu dan Ehud Barak tak begitu puas dengan berbagai sangsi yang telah di jatuhkan terhadap Iran oleh Amerika Serikat. Netanyahu dan Ehud Barak tetap mengotot menggunakan jalur militer tanpa bantuan Amerika Serikat. Amerika serikat melalui Jenderal Martin Depsey Kepala Staf Angkatan Darat dalam sebuah konfrensi pers yang diadakan di Pentagon yang juga di hadiri oleh menteri pertahanan Amerika Serikat Leon Panetta (14/08/12)  menyatakan serangan Israel ke  fasilitas nuklir Iran hanya dapat menghalangi dan menunda ambisi atom Republik Islam Iran  tetapi tidak untuk menghancurkan program dan kemampuan nuklir mereka.
Berbagai pesiapan oleh Israel pun telah rampung salah satunya dengan pemasangan dan uji coba  system pertahanan udara Israel, Arrow yang di klaim Israel sanggup menghentikan agresi rudal  andalan Iran, rudal Shahab 3 maupun rudal ghadr yang juga di klaim pihak Iran sanggup menembus system pertahanan udara Israel. Israel juga telah membagikan masker kepada sejumlah penduduk untuk mengantisipasi serangan balasan berupa senjata kimia dari Hizbullah,  Iran maupun Suriah. Sistem peringatan berupa alarm dan sms dari pemerintah Israel telah di persiapkan seandainya serangan benar-benar terjadi.
 Sang Elang Yang Terjaga dari Tidur
Vladamir Putin bersama Simon Peres (foto:Pres TV)
Pada prinsipnya para petinggi Israel solid untuk menyerang Iran  persoalan muncul terkait dengan syarat mutlak di dukung oleh Amerika Serikat. Perdebatan muncul tak kala Benyamin Netanyahu dan Ehud Barak menilai langkah Amerika serikat terkesan lamban dan terlalu lunak dalam menangani permasalahan program nuklir Iran. sehingga memaksa Israel untuk bergerak sendiri untuk memberangus program nuklir Iran. langkah Benyamin Netanyahu dan Ehud Barak  mendapat pertentangan dari Presiden Simon Peres.  Presiden Israel Simon Peres menyatakan  Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri pertahanan  Ehud Barak menciptakan histeria yang tidak perlu dan membuat panic di kalangan masyarakat Israel.
Ehud Barak dan Benyamin Netanyahu (foto:Haretz)
 Presiden Simon Peres bersikukuh Israel belum mumpuni tanpa bantuan Amerika Serikat menyerang Iran.  Dalam pengakuannya yang di lansir oleh harian Israel Yediot Ahrnot (19/08/2012) Presiden  Simon Peres menyatakan tidak bisa tidur dari kekhawatiran tentang apa yang bisa terjadi jika Israel melakukan serangan sepihak tanpa bantuan Amerika Serikat. Pernyataan langka Presiden  Simon Peres kali ini tentunya secara psikologis justru mempunyai potensi semakin menimbulkan  gelombang protes terhadap serangan militer ke Iran-seperti yang terjadi beberapa hari di Israel gelombang protes membawa slogan anti perang dengan iran, membuat warga zionis  semakin takut terhadap aksi balasan Iran dan lebih jauh lagi mengurangi semangat tempur dari tubuh militer Israel yang kini telah mengalami keropos seperti yang di laporankan oleh yediot ahrnot (31/5).
 Mungkin saja retorika para pejabat tinggi dan militer iran yang bersumpah akan menghancurkan Israel atau laporan  dari Presiden Institut Sains dan Keamanan Internasional (ISIS) pada bulan Juni 2012 David Albright, mengatakan bahwa Iran tinggal membutuhkan waktu empat bulan untuk memiliki senjata nuklir atau Presiden Simon Peres benar-benar mengangap Iran telah memiliki senjata nuklir membuat sang Elang-julukan untuk Presiden Simon Peres-  terjaga di malam hari. Presiden Rusia Vladimir Putin pernah memperingatkan sang Elang ikhwal konsekuensi serangan militer terhadap Iran. Putin mendesak Israel untuk benar-benar berpikir sebelum melakukan sesuatu yang akan disesali kemudian. Bagaimana pun dengan terjaganya sang elang di malam hari  menunjukaan Iran bukan negara ‘’kacangan’’ dari segi militer dan semangat , tekad bangsa Iran yang mudah untuk diserang dan di hancurkan. 

Menentukan Posisi Menjawab Konspirasi
Seandainya serangan militer oleh Israel ke fasilitas Iran benar-benar terjadi dan perang tak terelakan selain  konsekuensi bencana kemanusiaan, ekonomi, stabilitas politik  di timur tengah serta lingkungan (baca artikel: http://bekerjapadaproseskeabadian.blogspot.com/2012/03/spekulasi-serangan-israel-ke-iran.html) dalam skala besar terdapat juga beberapa hal yang menarik untuk di kaji.
1.         Yang pertama:  Posisi Turki,
Menteri Luar Negri Turki Ahmet Davutoglu (Foto: Pres TV)
Menteri Luar Negri Turki Ahmet Davutoglu seperti yang dikutip oleh Irna menyatakan Turki akan menjadi salah satu negara pertama untuk berdiri melawan seandainya terjadinya agresi militer oleh Israel. Hubungan antara Turki dan Iran sempat memburuk dari permasalahan pemasangan system pertahanan udara NATO di wilayah Turki hingga ketidaksepahaman antara kedua negara mengenai konflik di wilayah Suriah. Namun demikian Turki menegaskan memiliki hubungan sangat dekat dengan Iran dan kedua negara berada dalam hubungan yang konstan, tegas Menteri Luar Negri Turki Ahmet Davutoglu . Pasca kejadian marvi marmara, hubungan turki dan Israel berada pada titik yang paling rendah bahkan Turki pernah mengeluarkan pernyataan resmi siap berperang dengan Israel. Seandainya perang  Israel dan Iran terjadi serta Turki membantu Iran secara nyata apalagi terjadi kontak senjata antara Turki dan Israel dalam perperangan tersebut akan menggeserkan posisi Turki sebagai ‘’pelayan amerika dan Israel”  seperti  tuduhan Profesor Prof. Micheal Chossudovsky. Menarik jika Turki dan Israel terjadi konfrontasi militer, Turki merupakan bagian dari anggota NATO sesuai dengan perjanjian pembentukan NATO, setiap negara anggota  akan saling bahu membahu apabila terjadi serangan di setiap wilayah anggota NATO. Tentunya pilihan yang sulit bagi  NATO akan berperang dengan Israel yang notabene memiliki hubungan sangat mesra dengan  Amerika Serikat. Potensi perpecahan di tubuh NATO menjadi tak terelakan.
2.         Yang kedua; Posisi Arab Saudi
potensial rute yang akan di lalui Israel (sumber: New Scientist Global Security)
Sebuah situs wikileaks pernah membuat pemberitaan yang cukup menghebohkan  di kalangan masyarakat internasional. Pemberitaan tersebut terkait dengan raja Arab Saudi yang merengek ke pada Amerika serikat untuk menyerang Iran dan mengizinkan Pesawat tempur Israel untuk melewati wilayah Arab Saudi untuk menyerang Iran. Bukan hanya itu menurut wikileaks,  Arab Saudi bahkan mengizinkan  pengisian bahan bakar untuk pesawat tempur Israel yang konon akan berjumlah hingga 100 buah pesawat tempur. Arab Saudi memang merupakan salah satu rute pilihan bagi Israel jika penyerangan ke wilayah Iran menggunakan pesawat tempur. Pihak arab Saudi membantah mengizinkan wilayahnya di gunakan oleh Israel menyerang Iran dan mengancam Israel akan menembak jatuh pesawat tempur Israel yang melintas di wilayah udara Arab Saudi. Rute Arab Saudi di untungkan dikarenakan rute perjalanan yang tidak terlalu jauh dan  Pesawat tempur Israel langsung berada di wilayah selatan Iran dimana terdapat beberapa reactor nuklir seperti reactor nuklir Busher, Natanz, Isfahan. Pemberitaan wikileaks menjadi tidak benar jika Arab Saudi melakukan upaya pencegahan terhadap pesawat tempur Israel jika melewati wilayahnya. Jika sebaliknya, para petinggi Iran telah mengancam akan menyerang negara manapun di timur tengah jika mengizinkan wilayahnya di gunakan untuk menyerang Iran.
Tanpa dukungan Amerika Serikat, Israel kemungkinan akan berfikir ulang untuk menggunakan Pesawat tempur menyerang fasilitas Nuklir Iran, penggunaan biaya yang cukup tinggi dan efektivitas keberhasilan serangan yang kurang menjamin merupakan faktor yang cukup diperhitungkan. Terkecuali kedua faktor tersebut tidak menjadi kendala bagi Israel dan kebulatan nekad para pengobar perang para petinggi Israel maka penggunaan pesawat tempur tetap dilakukan. Bocoran Laporan dari para petinggi Israel baru-baru ini terkait dengan  strategi mengempur Iran dengan rudal balistik  yang menargetkan fasilitas nuklir Iran juga merupakan pilihan  di atas meja bagi petinggi negeri  Zionis.
3.         Yang ketiga; Iran menjawab Konspirasi
Media Islam ternama di tanah air pernah menulis sebuah artikel menarik tentang konflik Iran dan Israel serta dukungan Iran terhadap Palestina. Artikel tersebut berkesimpulan konflik antara Iran dan Israel bagaikan sebuah sandiwara yang merupakan permainan intelegen tingkat tinggi. Mengenai dukungan Iran terhadap Palestina artikel tersebut dengan lugas menyatakan dukungan tersebut hanya bersifat semu serta mencurigai agenda penyebaran ajaran syiah. Penulis artikel tersebut bersikukuh untuk menguatkan pendapatnya ia menyatakan buktinya bahwa  iran tidak pernah berperang dengan Israel.
Kiranya perang Lebanon pada tahun 2006 antara Hizbullah dan Israel selama 33 hari sebenarnya merupakan perang secara tidak langsung antara iran dan Israel. Ratusan  Garda revolusi Iran ikut andil dalam perang libanon, salah satunya  peledakan kapal perang Israel dengan menembakan rudal anti kapal tipe C-802, prestasi yang bahkan belum pernah diraih pada saat perang Negara Arab melawan Israel. Rakyat Iran hidup di bawah  sangsi ekonomi yang cukup menggigit mereka, melambungkan harga kebutuhan pokok bahkan harga satu kilo gram ayam di Iran mencapai harga lima puluh ribu rupiah. Berapa banyak ahli nuklir Iran yang telah tewas dengan bukti-bukti mengarah keterlibatan Mossad dan CIA . Peristiwa di atas merupakan  harga yang terlalu mahal bagi sebuah kata konspirasi.  Isabel Pisano, seorang penulis dan jurnalis Uruguay, dalam sebuah wawancara dengan IRNA menyatakan "Barat dan Amerika Serikat berusaha untuk memperbudak dunia dan bangsa Iran dan pendirian adalah satu-satunya melawan mereka" .
Ahmadinejad dan Khaled Meshal (foto:Haretz)
Khaled Meshal bertemu Ayatollah Ali Khameni (foto:AFP)

Mengenai dukungan untuk Palestina, seorang pengamat Timur Tengah menyatakan Iran merupakan negara yang konsisten melawan hegemoni barat dan mendukung Palestina.  Imam Khomeni,  pada bulan Agustus 1979 menyatakan hari Jumat terakhir bulan suci Ramadhan sebagai Hari Quds, yang menyerukan aksi internasional dalam mendukung Palestina dan melawan Israel. Hingga saat ini perayaan Hari Quds masih tetap dilakukan di Iran, Media Iran Fars news Agency melansir di Teheran, jutaan orang berkumpul untuk berbaris, meneriakkan Kematian bagi Israel dan Amerika serta memberikan  dukungan solidaritas bagi kemardekaan Palestina.  Hal yang menarik di penghujung tahun 2010, Israel menggempur wilayah gaza secara membabi buta, menggunakan senjata terlarang seperti fosfor putih. Salah satu petinggi Hamas, Khaled Meshal serta merta pergi berkunjung ke Taheran menemui pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khameni dan Presiden Ahmadinejad merupakan salah satu symbol hubungan dan dukungan kuat bagi Iran terhadap perjuangan membendung agresi Zionis.
 Seandainya terjadi perang antara Iran dan Israel kiranya mampu menggeser kecurigaan kita, atau justru kita secara sadar maupun tidak, tetap terjebak dalam gagasan maupun egoisme terkait faktor keyakinan, aliran dan mazhab mereka yang berbeda dengan kita sehingga kita tidak dapat berlaku adil. Bukankah Allah SWT telah memperingatkan kita dengan surah QS al-Maidah: 8 “Dan janganlah kebencian kamu pada suatu kaum menjadikan kamu berlaku tidak adil. Berbuat adillah karena keadilan itu lebih mendekatkan pada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, karena sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”.
Namun demikian semoga saja perang tidak terjadi sebuah harga yang sangat mahal hanya untuk menjawab posisi dan konspirasi. Seorang filsuf yunani Plato pernah memperingatkan kita dengan sebuah ungkapan yang menarik, ‘’hanya orang mati saja yang tahu kapan perang akan berakhir”. Salah satu  makna yang terkandung, yaitu sebuah perperangan pada umumnya memakan waktu yang tidak singkat dan cukup sulit untuk menghentikannya. Atau Pribahasa kita yang  mengajarkan konsekuensi dari perperarangan ‘’kalah jadi abu menang jadi Arang”. Allahualam

2 komentar:

  1. btw, konkritnye, dimasyarakat isu tentang syiah bantai sunni kok kental banget ye....
    beberapa media cetak online juga kalo kita melihat komentar2 pembacanye parah.
    kmrn aku sempat kasi komentar, slah satu artikel di replubika.
    disana mereke berdebat syiah sunni. standar lah, apalagi kalo bukan konspirasi.
    trus aku bilang, nah, pangkalan militer amerika di arab saudi tuh ape? trus dengan menyindir sedikit perang salib diaman paus minta bantuan pemimpin tertinggi gereja anglikan (ratu inggris), ternyata pada waktu itu mereka bisa bersatu dan tidak memperdebatkan aliran.

    BalasHapus
  2. betul gan bahkan justru genjar di lakukan media islam yg cukup tenar,mengaitkan kejadian konspirasi dengan menuduh sejarah pembebasan jarusalem dimana slh satu kerajaan islam syiah di mesir berkomplot dengan tentara salib. aq meneliti, mengkaji dgn mengmpulkan data sekunder tentang iran mulai dari penghujung 2008 menarik belum ada sarjana barat yg beranggapan konspirasi,termasuk para profesor kajian geopolitik, prof, chudovsky, prof james petras,finian cuningham, termasuk Samuel huntington. seandainya iran-mudah2an tidak- di gempur sedkt terjawab ''posisi dan konspirasi" gan

    BalasHapus