Sabtu, 26 Juli 2014

Operasi genosida Perbatasan



foto: crhome design


 Oleh: M. Jamil
Dengan sandi  “Operation Protective Edge” (Operasi keamanan Perbatasan)jet tempur F 16 Israel  buatan Amerika Serikat kembali meluluh lantakakan wilayah Gaza (8/7). Akibat serangan tersebut, sumber Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap  (ACT ) menyebut 2.037 rumah hancur, 312 hancur total dan 1725 rusak sebagian (22/7). Tidak hanya itu menurut Juru Bicara Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza (26/7), Ashraf Al-Qedra, Jumlah korban jiwa menembus angka mencapai 1.030, dari 6.000. Akankah Korban harta dan benda harus di bayar mahal warga gaza untuk menebus meninggalnya  tiga remaja Israel yang di culik dan di bunuh oleh pejuang Hamas? Dalih ini tentunya kemudian tidak terbukti ketika terkuaknya bahwa pembunuhan ketiga remaja yahudi tersebut oleh sesama remaja yahudi. Israel tak kehabisan akal, serangan roket Hamas ke wilayah Israel sebagai balasan dari serangan awal Israel menjadi dalih selanjutnya.
 Merasa gagal menghancurkan target-target peluncur roket  Hamas melalui serangan udara selama 10 hari, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, (18/7) mengintruksikan penggunaan serangan darat skala besar ke wilayah Gaza kepada angkatan darat Israel (IDF). Tak ayal sebanyak 48.000 pasukan di tambah dengan  ribuan kendaraan lapis baja siap menggempur Gaza.  Di atas kertas Israel berkat bantuan Amerika Serikat, Israel termasuk  kekuatan militer dunia  yang di perhitungkan, semenjak kemenangan menghadapi beberapa peperangan melawan Negara-negara Arab ( Suriah, Mesir, Libanon, Irak, Yordania) pada masa awal berdirinya Negara Israel (rujuklah ke  http://bekerjapadaproseskeabadian.blogspot.com/2012/05/israel-pergulatan-antara-asimilasi-dan.html). Kekalahan  Negara Arab menjadikan wilayah Palestina di rampas oleh Israel yang hingga kini menyisakan wilayah Gaza dan Tepi Barat. Walaupun demikian Israel masih sangat bernafsu dengan kedua wilayah yang belum  di dudukinya. Untuk wilayah Tepi Barat, Israel gencar mendirikan pemukiman-pemukiman yahudi  di zona larangan berdasarkan Perjanjian Oslo yang ditandatangani Pemimpin PLO Yasser Arafat dan PM Israel Yitzak Rabin pada 13 September 1993.  Untuk wilayah Gaza, Israel berkeinginan Mencaplok wilayah gaza dengan membersihkan gaza dari orang-orang Palestina
kehidupan warga di Tepi Barat lebih beruntung dari pada wilayah Gaza. Semenjak munculnya Hamas sebagai sebuah gerakan politik dan berhasil memenangkan Pemilu pada tahun 2006. Israel tidak dapat menerima kemenangan Hamas, lebel teroris pun seketika di berikan kepada Hamas didukung oleh Amerika Serikat.  Blokade  dari darat, laut dan udara dari  Israel menjadikan wilayah Gaza bak penjara terbesar di dunia. Gaza di jadikan bulan-bulanan bagi Israel mulai dari Politiik untuk peningkatan elektabilitas partai, Uji coba senjata mutakhir  dan pencaplokan wilayah hingga pembersihan etnis. Israel bermimpi  berhasil melakukan pencaplokan wilayah Gaza dan membersihkan etnis palestina dari gaza. Dr. Gideon Polya  menulis sebuah artikel berjudul, Israel: 60 tahun Genosida, menyebutkan apa yang dilakukan Israel  merupakan sebuah genosida di mulai pada akhir 19 terinspirasi dari Eropa Barat yang sudah melakukannya  di setiap benua  yaitu Amerika (genosida suku Indian asli di Kanada, Amerika Serikat, Argentina, Uruguay ).  Fransiskus Antonius Boyle seorang profesor hukum internasional di University of Illinois College of Law meyebut gaza bak kamp konsentrasi Hitler, ia mengajak masyarat internasional untuk mendakwa para pejabat negara Israel termasuk juga yang telah memberikan bantuan  kepada Israel untuk melakukan agresi.
Apa daya, Veto Amerika Serikat di PBB menjadikan Israel tak terjamah.Dunia kembali menyaksikan sebuah kebiadaban di sebuah zaman manusia mengangung-agungkan hak-hak kemanusiaan. Jika zionis Israel menganggap holoucost sebagai alasan terciptanya sebuah negara yahudi untuk menciptakan keamaan dari rasa ketakutan bagi bangsa yahudi dari ancaman pembunuhan dan pengusiran, mengapa pula hal tersebut dilakukan kepada bangsa Palestina?.   
Zionis kini menjelma menjadi ideology rasis yang haus darah dengan melakukan berbagai pembunuhan, pengusiran dan penangkapan bangsa Palestina,  tidak usah heran jika  politikus cantik asal Israel, Ayelet Shaked meminta militer mereka membunuh semua ibu-ibu Palestina agar tidak cikal bakal perlawanan terhadap Israel. Muslim harus bersatu, dan bertindak sesuai dengan potensi yang kita miliki menyelamatkan saudara-saudara kita di tengah ancaman pemusnahan oleh Zionis Israel (rujuklahke: http://bekerjapadaproseskeabadian.blogspot.com/2014/07/meruntuhkan-arogansi-zionis-israel.html)

0 komentar:

Posting Komentar