Selasa, 24 April 2012

Di Bawah Bayang-Bayang Perang di Negeri Persia (Part I)


Oleh : M. Jamil
Titik Balik dan Program Rudal Iran.
Ini negara (Iran) dengan kemampuan yang besar dalam teknologi rudal, biologi, nuklir dan teknologi laser (Ayatollah Ali Khamenei)
Sebelum terjadi revolusi 1979 Iran di bawah rezim Syah memiliki hubungan yang sangat baik dengan Amerika serikat bahkan Israel. Iran sendiri - di bawah rezim Syah - tercatat sebagai negara yang mengakui keberadaan Israel sebagai negara yang berdaulat. Pasca revolusi iran 1979 keadaannya berubah hingga 360 derajat, Iran tidak mengakui keberadaan Israel, dan anti terhadap Amerika. Di bawah pimpinan kharismatik Ayatulllah Ali Khomeni inilah Ideologi anti Amerika dan Israel semakin berkembang dan bertahan hingga kini. Apapun partainya di Iran baik pendukung pemerintah maupun oposisi Ideologinya tetap sama. Begitu pula rakyat iran ideology ini sangat mendarah daging, salah satu contoh keengganan beberapa atlet Iran yang beberapa kali menolak bertanding dalam olimpiade bahkan satu kolam renang pun atlit iran ‘’tak sudi’’ bersama atlet Israel dengan alasan yang sangat sederhana dan esensial ‘’kami tidak mengakui Israel’’.
Revolusi iran mengalami tantangan, Kurang lebih satu tahun pasca Revolusi Iran pada tahun 1980, Saddam Husin menyerang negri Persia tersebut dengan dalih dapat membangkitkan perlawanan kaum syiah di Irak yang menurut beberapa sumber independent merupakan mayoritas di Irak namun hal ini di tolak tegas oleh Saddam Hussen. Iran yang masih berumur jagung dan hanya mengandalkan peralatan peninggalan Syah Iran bebeda dengan Irak, persenjataan Saddam Hussen yang cukup canggih di tambah lagi dengan dukungan persenjataan dari Amerika Serikat dan beberapa negara Arab.. Salah satu sumber melaporkan korban tewas mencapai 350.000 hingga 500.000  orang di pihak Taheran dan 400.000 orang dipihak Irak .
Kelebihan Irak tak sebanding iran, Irak memiliki persedian rudal-rudal scud yang cukup banyak dan mampu memukul kota-kota di Iran namun Iran  tidak pernah menyerah kalah kepada Irak walaupun memakan waktu hingga 8 tahun. Rakyat nya bersatu melawan agresi Irak tanpa lelah dan takut akan keganasan Tank dan rudal Scud Irak. Ada benarnya ungkapan Alexander yang Agung ‘’ Seandainya aku memiliki bala tentara yang memiliki ego, Kesabaran dan keteguhan yang di miliki bangsa Persia pasti aku akan menundukkan dunia”.
Dari perang inilah salah satu titik balik dan pemicu Iran mengandrungi teknologi Rudal dan semangat perang melawan agresi musuh. Iran sempat meminta dukungan teknologi rudal Pakistan namun sayang Pakistan menolak memberikan. Pada awalnya Iran mengadakan transaksi secara rahasia dengan Libya untuk memasok rudal Scud B. dengan rudal Scud B dari Libya ini Iran mampu menargetkan Kota Baghdad sebagai serangan balasan terhadap Irak. Hingga akhirnya korea Utara bersedia memasok rudal Scud C yang menjadi cikal bakal Shahab 2, selain itu Korea Utara bersedia untuk berbagi informasi mengenai teknologi Rudal. Namun  Rusia dan China juga punya andil dalam penembangan teknologi rudal hasilnya Iran mampu memodifikasi dan merancang sendiri rudal-rudal jarak pendek (Shahab 1, Shahab 2, Fateh 110, Zelzal, Qiam 1) , menengah  (Shahab 3, Ghadr 110, Sajjil, Fajr 3, ashoura) hingga jarak jauh (shahab 4, Shahab 5). Selain program rudal iran juga bersemangat untuk memodernisasi berbagai peralatan militer dengan mengutamakan kemandirian. Mengenai pencapaian Teknologi Iran Tak ayal dalam pidato yang di sampaikan kepada staf angkatan udara Iran  pada tanggal 08 Februari 2010, Ayatollah Ali Khamenei menyatakan “Ini negara (Iran) dengan kemampuan yang besar dalam teknologi rudal, biologi, nuklir dan teknologi laser”
Iran dan Isu Nuklir Kontroversial
Peta Situs Nuklir Iran
"Iran dengan mudah dapat melakukan pengayaan uranium yang berfungsi untuk memproduksi senjata nuklir, Iran memiliki kemampuan secara ilmiah dan teknologi untuk menghasilkan senjata nuklir, namun Iran tidak akan pernah memilih jalan itu," (anggota parlemen Iran, Gholamreza Mesbahi Moghadam, dalam situs parlemen Iran seperti dikutip Associated Press Sabtu, (7/4/2012)”.

Pada tanggal 2 Februari 2012 harian liberal Israel ‘’Haretz” melansir pernyataan Kepala Intelijen Militer Mayor Jenderal Aviv Kochavi  tentang sebanyak 200.000 rudal yang sedang mengarah ke Israel dan menyatakan Militer Israel siap melakukan pencegahan secara utuh. Di sela-sela pernyataan Kepala Intelijen Militer Mayor Jenderal Aviv Kochavi menyatakan bahwa Iran mampu memperkaya uranium untuk membuat hingga 4 bom atom lebih lanjut ia menyatakan keberhasilan kepemilikan senjata nuklir oleh iran tergantung dari kehendak dan perintah pemimpin tertinggi iran Ayatullah Ali Khamenei.
Silang pendapat terjadi dikalangan pengamat dan intelligent ‘’apakah dan kapan iran membangun senjata nuklir?”. laporan CIA pada tahun 2007 yang menyatakan Iran telah menghentikan program pengejaran senjata nuklir semenjak tahun 2003. CIA kembali merilis Laporan pada tahun 2009 bahwa iran mampu memproduksi senjata nuklir pada sebelum tahun 2013. kebanyakan  Intelegent eropa meyakini Iran tetap melanjutkan program nuklirnya.
Para pejabat tinggi Israel dan Intelegent Israel pun berbeda pendapat. Di satu sisi pejabat tinggi Israel mengklaim mempunyai bukti otentik dengan memperlihatkan citra satelit bahwa iran sedang mengembangkan senjata nuklir dengan melakukan uji coba di situs militer Parchin, kecurigaan semakin bertambah ketika Iran menolak badan atom PBB IAEA untuk berkunjung ke situs Militer tersebut. kendati kemudian Iran memperbolehkan badan atom PBB (IAEA ) mengunjungi situs tersebut, namun barat dan Israel mencurigai Iran mengulur waktu untuk membersih kan sisa radio aktif uji coba senjata nuklir.
Mantan kepala IAEA, Hans Blix, dalam sebuah wawancara eksklusif dengan jaringan berita Al Jazeera yang berbasis di Qatar, Hans Blix menyatakan bahwa IAEA telah menerima informasi dari berbagai sumber, kebanyakan dari Amerika Serikat dan Israel. Mengenai kunjungan ke situs militer di parchin, Hans Blix menuturkan, tim inspektur telah beberapa kali mengunjungi situs itu. Ditambahkannya, Parchin adalah sebuah situs militer dengan ribuan bangunan. Negara mana pun tidak akan membiarkan inspektur internasional mendekati situs-situs militer mereka. Lebih lanjut Hans Blix menuturkan Iran lebih terbuka tentang kegiatan nuklirnya daripada kebanyakan negara lain.
 Di sisi lain Mossad menyatakan  tidak memiliki bukti yang cukup terhadap program nuklir iran mengarah kepada pembuatan senjata nuklir. seperti yang dilansir New York times, Mossad dan CIA sepakat bahwa Iran telah meninggalkan Program nuklirnya mulai dari tahun 2007.
Ditengah silang pendapat mengenai kecurigaan Program nuklir  Iran, Seorang anggota parlemen Iran, Gholamreza Mesbahi Moghadam, mengeluarkan statement tentang kemampuan serta pengetahuan ilmiah yang dimiliki Iran untuk memproduksi senjata nuklir. Kontan saja pernyataan Gholamreza Mesbahi Moghadam menimbulkan berbagai reaksi dari para petinggi Israel dan seolah menambah keyakianan, kecurigaan dan ketakutan akan kepemilikan senjata nuklir oleh Iran.
 Iran senantiasa membantah sedang mengembangkan senjata nuklir, pemimpin Tertinggi Spritual Iran menyatakan kepemilikan senjata nuklir termasuk dosa besar tidak berguna dan berbahaya-Berbeda dengan Ayatullah Ali Khamenei, Yusuf Qardawi seorang ulama kontemporer dalam bukunya ‘’Fiqh Jihad menyatakan “Kepemilikan senjata nuklir bagi negara Muslim dalam hal untuk mencegah korban penyerangan dari senjata nuklir merupakan suatu keharusan”.
Presiden Ahmadinejad juga membantah kecurigaan negara barat dan Israel tentang pengembangan senjata nuklir. Presiden Ahmadinejad bahkan mengeluarkan komentar bahwa jika Iran memutuskan untuk membuat senjata nuklir maka tidak akan dilakukan secara rahasia namun secara terbuka.
kepemilikan atas senjata nuklir dapat di tempuh dengan dua cara yaitu memproduksi sendiri melalui pengayaan uranium dan melakukan perdagangan gelap senjata Nuklir. Sejauh ini Iran sudah melakukan pengayaan uranium hingga 20%, untuk menghasilkan senjata nuklir diperlukan pengayaan uranium hingga 100%. Seperti yang telah dikemukakan Iran telah memiliki pelontar -rudal- sebagai sarana pendukung, hanya tinggal satu langkah lagi yaitu memasang pelontar tersebut dengan hulu ledak nuklir  Mengenai hal yang terakhir yaitu  melakukan perdagangan gelap senjata Nuklir, Iran pun mengalami tuduhan serius terkait pembelian 2 hingga 3 hulu ledak nuklir dari negara Kazakstan-bekas Uni Sovyet- yang mewarisi sebanyak 1.400 hulu ledak nuklir dari uni soviet. Selain itu tuduhan dari wikileaks yang menyatakan Iran telah menggenggam sebuah rudal dari korea Utara BM-25, dapat membawa sebuah hulu ledak nuklir dan rudal itu memiliki jarak tembak hingga 2.000 mil atau lebih dari 3.000 kilometer.
Missile BM 25 Korea Utara
Sebuah editorial di Kayhan -seperti dikutip oleh The Washington Times (27 Oktober, 2011) -, surat kabar Iran langsung di bawah pengawasan Kantor Pemimpin Tertinggi Iran, memperingatkan bahwa jika Iran diserang, akan ada ledakan nuklir di kota-kota Amerika. Jika pernyataan tersebut benar dengan demikian Iran memang telah memiliki senjata nuklir baik dengan memproduksi sendiri melalui pengayaan uranium maupun melakukan perdagangan gelap senjata Nuklir. sejauh ini kontroversi kepemilikan Iran akan senjata nuklir masih sulit di buktikan dan terkadang di besar-besarkan oleh media massa milik AS dan Israel.
Samuel Huntington dalam buku nya “Amerika dan Dunia” mengutip Pernyataan  Menteri Pertahanan India ketika di tanya tentang pelajaran dari Perang Teluk dengan  lugas ia menyatakan “jangan melawan Amerika Serikat, kecuali anda memiliki senjata nuklir.
Sekilas : Israel, kemunafikan senjata Nuklir
Karikatur
Kepemilikan Iran atas senjata nuklir merupakan hal yang sangat tidak dapat diterima bagi Israel dengan dalih mengancam eksistensi negri Zionis Israel, lain halnya dengan Amerika dan sekutunya, berdalih Kepemilikan Iran atas senjata nuklir memicu perlombaan senjata Nuklir di timur tengah. Namun alangkah ironis, Israel sendiri memiliki sekitar 200 hulu ledak nuklir seperti yang dilansir oleh Bulletin of the Atomic Scientists pada bulan Oktober 2002. Menurut sebagaian pengamat bahkan hingga kini Israel bahkan memiliki 300-400 hulu ledak nuklir. Kehebohan kepemilikan Israel atas senjata nuklir jauh sebelumnya seperti yang pernah di beritakan oleh koran Inggris The Sunday Times 5 Oktober 1986. The Sunday Times melaporkan pemberitaan terkait pengakuan seorang mantan teknisi nuklir Israel, Mordechai Vanunu. Mordechai Vanunu -dan diterbitkan oleh The Sunday Times- mengatakan bahwa Israel memiliki 100 hulu ledak nuklir. Isu Kepemilikan senjata nuklir  tidak pernah diakui maupun di bantah oleh Israel. Jika benar Israel 200-400 hulu ledak nuklir maka melebihi kepemilikan senjata Nuklir yang di miliki oleh Inggris dan China.
The Sunday Times Mengungkapkan Nuklir Israel
Kepemilikan atas senjata nuklir justru tidak membuat Israel merasa makin berani dan percaya diri terhadap negara-negara lain di timur tengah pada umumnya dan Iran pada khususnya. Terbukti Israel melakukan serangkaian tindakan pencegahan dengan segala cara, dari penggunan virus Stuknet terhadap instalasi Nuklir Iran hingga pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran. Artinya Israel saja yang mempunyai senjata Nuklir sendiri takut akan ‘’keganasan’’senjata nuklir. Berbeda dengan Iran,  Israel bukan merupakan anggota Perjanjian Nonproliferasi Nuklir, memicu perlombaan senjata di timur tengah, ancaman bagi eksistensi negara lain dan celakanya PBB sendiri tidak ada keberanian untuk memaksa Israel menandatangani Perjanjian Nonproliferasi Nuklir dan melucuti senjata Israel.
Pada tahun 2011  organisasi Friedrich Ebert Foundation yang berbasis di Berlin, Jerman,menyampaikan hasil survey yaitu lebih dari 50 persen warga Eropa yakin bahwa Israel merupakan ancaman paling serius bagi keamanan global. Peraih nobel dengan berani -Gunter Grass- menyatakan Israel sebagai ancaman bagi perdamaian dunia dan mengecam kemunafikan negara-negara Barat atas senjata nuklir Israel

2 komentar:

  1. Yang paling aku suke : organisasi Friedrich Ebert Foundation yang berbasis di Berlin, Jerman,menyampaikan hasil survey yaitu lebih dari 50 persen warga Eropa yakin bahwa Israel merupakan ancaman paling serius bagi keamanan global. Peraih nobel dengan berani -Gunter Grass- menyatakan Israel sebagai ancaman bagi perdamaian dunia dan mengecam kemunafikan negara-negara Barat atas senjata nuklir Israel

    BalasHapus
  2. haretz melansir gan meragukan 10 tahun kedepan eksistensi Israel bukan karena serangan militer tapi pengucilan masyrakat international karena ke biadaban dan keagresifan israel atas wilyag gaza dan tepi barat

    BalasHapus